Jumat, 08 November 2013

Review Life of Pi






Judul                     : Kisah Pi
Judul asli              : Life of Pi
Penulis                 : Yann Martel
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama, 2004
Tebal                     :466 halaman








          Adalah kisah tentang seorang laki-laki asal India yang bernama Piscine Molitor Patel, karena namanya yang susah disebut itu, ia dipanggil Pi, Pi Patel. Ayahnya memiliki sebuah kebun binatang. Binatang yang tidak habis terjual ikut dibawanya, diceritakan mereka sedang dalam perjalanan pindah menggunakan kapal Jepang; Tsimtsum. Namun kapal itu tenggelam saat perlayarannya di Samudera Pasifik.
          Saat tenggelam ABK kapal tersebut hanya mampu menurunkan satu buah skoci, dan yang berhasil lompat ke skoci itu hanya Pi Patel. Seluruh anggota keluarganya tenggelam bersama kapal Tsimtsum, Pi hanya bisa memandangi tanpa bisa berbuat apa-apa. Di skoci itu Pi tidak sendiri, ada Richard Parker juga di skoci itu. Namun sayangnya Richard adalah seekor harimau Royal Bengal dengan bobot 225 kilogram.
          Disinilah kisahnya Pi dimulai, diangkat dari kisah nyata pada tahun 1977 silam. Tidak habis pikir bagaimana seorang pemuda berusia 16 tahun bisa bertahan di Samudera Pasifik selama 7 bulan. Dengan bekal seadanya bersama seekor harimau, hyena, zebra dengan kaki yang pincang, orang utan, hidup terombang-ambing di lautan yang luas, dengan bahaya yang mengancam, dari mulai terik matahari, badai, harimau, hiu dan ancaman kelaparan. Satu persatu hewan itu menjadi santapan harimau Royal Bengal itu. Pi adalah satu-satunya makhluk hidup yang tersisa untuk menjadi santapan si harimau. Menyadari itu ia membuat sebuah rakit sederhana menggukanan dayung dan pelampung yang dibuat sedemikian rupa, tubuh kururs kering yang semakin lebam karena terus berada dibawah terik matahari itu terombang-ambing diatas rakit yang hanya 1cm diatas permukaan laut. Sementara si harimau berada di atas skoci.
          Masih banyak hal-hal lain yang terjadi dan tidak akan saya angkat kesini sampai anda membaca sendiri novel yang sarat dengan nilai kehidupan ini. Sebuah pengalaman yang dapat diceritakan dengan diksi yang sangat sempurna, membuat kita dapat benar-benar membayangkan keadaan yang terjadi, merasakan apa yang dialami Pi dan melihat apa yang dilihatnya. Dengan jelas terbayang kisah yang menurut kita, sangat menakjubkan, namun ini adalah kisah nyata. Sungguh sulit dibayangkan seorang bisa benar-benar bertahan dari keadaan seperti itu selama tujuh bulan jika bukan dari bantuan Tuhan.
          Kepercayaan Pi pada Tuhan memang sangat kuat, meskipun ia memiliki banyak tuhan. Pi menjalani 3 agama yang berbeda yaitu Islam, Kristen dan Hindu. Saat di India ia berteman dengan seorang lelaki Muslim. Pi mempelajari agama Islam, belajar shalat dan berbahasa Arab. Ia juga mengenal seorang pastur di gereja sehingga suka mengikuti misa. Selain itu dia juga seorang Hindu yang tak pernah lupa melakukan sembahyang. Saat dilaut dia tetap menjalankan agamnya ini dengan berbagai penyesuaian. “Menjalani Misa seorang diri, tanpa pastor dan roti untuk Komuni, darshan tanpa murti, puja dengan daging penyu sebagai prasad, melakukan salat tanpa tahu arah kiblat, dan dalam bahasa Arab yang salah-salah pula.” Begitulah kata Pi pada halaman 299 dalam buku ini. 

2 komentar:

alvin rahman kautsar mengatakan...

wow,,, pernah liat filmya,,,, cerdas banget filmnya,,,inspiratifff ,,:D

Unknown mengatakan...

Jarang-jarang saya komentar lho...

Posting Komentar