Judul :
Kisah Pi
Judul asli :
Life of Pi
Penulis :
Yann Martel
Penerbit :
Gramedia Pustaka Utama, 2004
Tebal :466
halaman
Adalah kisah tentang seorang laki-laki asal India yang
bernama Piscine Molitor Patel, karena namanya yang susah disebut itu, ia
dipanggil Pi, Pi Patel. Ayahnya memiliki sebuah kebun binatang. Binatang yang
tidak habis terjual ikut dibawanya, diceritakan mereka sedang dalam perjalanan
pindah menggunakan kapal Jepang; Tsimtsum. Namun kapal itu tenggelam saat
perlayarannya di Samudera Pasifik.
Disinilah kisahnya Pi dimulai, diangkat dari kisah nyata
pada tahun 1977 silam. Tidak habis pikir bagaimana seorang pemuda berusia 16
tahun bisa bertahan di Samudera Pasifik selama 7 bulan. Dengan bekal seadanya
bersama seekor harimau, hyena, zebra dengan kaki yang pincang, orang utan, hidup
terombang-ambing di lautan yang luas, dengan bahaya yang mengancam, dari mulai
terik matahari, badai, harimau, hiu dan ancaman kelaparan. Satu persatu hewan
itu menjadi santapan harimau Royal Bengal itu. Pi adalah satu-satunya makhluk
hidup yang tersisa untuk menjadi santapan si harimau. Menyadari itu ia membuat
sebuah rakit sederhana menggukanan dayung dan pelampung yang dibuat sedemikian
rupa, tubuh kururs kering yang semakin lebam karena terus berada dibawah terik
matahari itu terombang-ambing diatas rakit yang hanya 1cm diatas permukaan
laut. Sementara si harimau berada di atas skoci.
Masih banyak hal-hal lain yang terjadi dan tidak akan
saya angkat kesini sampai anda membaca sendiri novel yang sarat dengan nilai
kehidupan ini. Sebuah pengalaman yang dapat diceritakan dengan diksi yang
sangat sempurna, membuat kita dapat benar-benar membayangkan keadaan yang
terjadi, merasakan apa yang dialami Pi dan melihat apa yang dilihatnya. Dengan
jelas terbayang kisah yang menurut kita, sangat menakjubkan, namun ini adalah
kisah nyata. Sungguh sulit dibayangkan seorang bisa benar-benar bertahan dari
keadaan seperti itu selama tujuh bulan jika bukan dari bantuan Tuhan.
Kepercayaan Pi pada Tuhan memang sangat kuat, meskipun ia
memiliki banyak tuhan. Pi menjalani 3 agama yang berbeda yaitu Islam, Kristen dan Hindu. Saat di India ia berteman dengan seorang lelaki Muslim.
Pi mempelajari agama Islam, belajar shalat dan berbahasa Arab. Ia juga mengenal
seorang pastur di gereja sehingga suka mengikuti misa. Selain itu dia juga
seorang Hindu yang tak pernah lupa melakukan sembahyang. Saat dilaut dia tetap
menjalankan agamnya ini dengan berbagai penyesuaian. “Menjalani Misa seorang
diri, tanpa pastor dan roti untuk Komuni, darshan tanpa murti, puja dengan
daging penyu sebagai prasad, melakukan salat tanpa tahu arah kiblat, dan dalam
bahasa Arab yang salah-salah pula.” Begitulah kata Pi pada halaman 299 dalam buku
ini.

2 komentar:
wow,,, pernah liat filmya,,,, cerdas banget filmnya,,,inspiratifff ,,:D
Jarang-jarang saya komentar lho...
Posting Komentar